CMSE 2026 Gaet 76.236 Investor Baru, Kunjungan Naik 31,59%

CMSE 2026 Gaet 76.236 Investor Baru, Kunjungan Naik 31,59%
Pengunjung mengikuti rangkaian acara Capital Market Summit & Expo 2026 di Jakarta.

BERITAENERGI.COM — Bursa Efek Indonesia mencatat 76.236 investor baru tercipta selama Capital Market Summit & Expo 2026 yang berlangsung 5-7 November 2026. Jumlah pengunjung fisik acara itu mencapai 15.372 orang, naik 31,59% dibanding CMSE 2025 yang sebanyak 11.682 orang. Capaian tersebut menjadi sinyal menguatnya minat masyarakat masuk ke pasar modal.

BEI merangkum rangkaian CMSE 2026 menjangkau 92.838 peserta melalui 100 agenda yang melibatkan 115 mitra. Kegiatan itu mencakup edukasi perencanaan keuangan, pengenalan instrumen pasar modal, hingga investasi syariah.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menyampaikan tema olahraga maraton dipilih untuk menggambarkan perjalanan investasi. Menurutnya, investasi bukan sekadar mengejar keuntungan dalam waktu singkat.

"Begitu pula dengan investasi. Keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa cepat seseorang memperoleh keuntungan, tetapi juga oleh kemampuannya untuk terus belajar, menjaga disiplin, memahami risiko, dan konsisten menjalankan tujuan keuangan," ujar Iding dalam sambutan penutupan CMSE 2026, Sabtu (7/11/2026).

Rekor Kunjungan dan Jangkauan Peserta

Angka 15.372 pengunjung menjadi rekor baru CMSE. Kenaikan 31,59% dari edisi sebelumnya menunjukkan daya tarik acara ini tidak surut meski pasar modal sedang diuji ketidakpastian global.

Jangkauan peserta yang mencapai 92.838 orang diraih lewat 100 agenda bersama 115 mitra. Skala ini menjadikan CMSE sebagai salah satu ajang edukasi pasar modal terbesar yang digelar BEI setiap tahun.

Materi Edukasi: dari Perencanaan Keuangan hingga AI

Hari pertama dibuka dengan seminar utama bertajuk "Indonesia's Economic & Investment Outlook" yang membahas prospek ekonomi dan peluang investasi. Agenda hari kedua diisi talkshow "Financial Freedom Roadmap: Strategi Investasi untuk Setiap Tahap Kehidupan" serta sesi "Which Investment Fits You?".

Talkshow pasar modal syariah bertajuk "Investlife Balance: Profit Halal, Berkah Maksimal" juga masuk daftar acara. Pada hari ketiga, peserta mendapat materi pengenalan ETF emas dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di sektor keuangan. Rangkaian acara ditutup dengan penampilan grup musik RAN dan pengundian hadiah utama.

CMSE 2026 juga menghadirkan pemberian penghargaan Galeri Investasi BEI (GI BEI Award) dan peluncuran Indonesia ESG Bond Index oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI).

Peringatan BEI soal Kualitas Investor

Iding menegaskan pertumbuhan jumlah investor harus diikuti peningkatan pemahaman atas karakteristik dan risiko setiap instrumen. Menurutnya, masyarakat jangan hanya tertarik masuk ke pasar modal, tetapi juga punya bekal pengetahuan untuk mengambil keputusan investasi.

BEI memperluas edukasi dan inklusi lewat sejumlah program, seperti Sekolah Pasar Modal, pengembangan Galeri Investasi BEI, program Duta Pasar Modal, serta pengenalan instrumen mulai dari saham, reksa dana, ETF, obligasi, hingga sukuk.

Ia berharap capaian CMSE 2026 mendorong lebih banyak masyarakat mulai berinvestasi. Setiap orang, katanya, punya kesempatan berpartisipasi di pasar modal Indonesia meski titik awal dan tujuan investasinya berbeda.

"Mari jadikan semangat CMSE 2026 sebagai energi untuk terus bergerak dan berkolaborasi dalam membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi di pasar modal," tutupnya.

Apa Artinya bagi Pelaku Pasar

Bagi sekuritas dan manajer investasi, tambahan 76.236 investor baru berarti basis klien potensial yang lebih luas untuk produk saham, reksa dana, maupun sukuk. Namun angka besar di atas kertas tidak otomatis berarti dana kelolaan naik.

Kualitas investor tetap jadi pekerjaan rumah. Investor baru yang masuk tanpa pemahaman risiko berpotensi cepat keluar saat pasar bergejolak, sehingga program edukasi berkelanjutan menjadi kunci mempertahankan partisipasi mereka di pasar modal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index