Warga Langkaplancar Harus Tempuh 38 Km ke SPBU, Pertamina Kaji SPBU Kompak

Warga Langkaplancar Harus Tempuh 38 Km ke SPBU, Pertamina Kaji SPBU Kompak
Warga Langkaplancar menempuh jarak hingga 38 kilometer untuk mencapai SPBU terdekat di Kabupaten Pangandaran.

BERITAENERGI.COM — Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat mengkaji pembangunan SPBU Kompak di Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, setelah warga setempat menyampaikan keluhan soal sulitnya akses bahan bakar minyak. Jarak ke lembaga penyalur terdekat mencapai 13 kilometer, sementara SPBU terdekat berjarak 22 kilometer. Kajian itu mencakup opsi distribusi memakai mobil tangki berkapasitas 5 kiloliter yang disesuaikan dengan medan perbukitan.

Pangandaran, Aliansi Masyarakat Peduli Langkaplancar (AMPEL) menyampaikan aspirasi soal akses BBM dalam aksi di Lapangan Desa Bangunjaya, Rabu (28/10/2026). Warga menyoroti jarak tempuh dan kondisi jalan menuju lembaga penyalur BBM di wilayah itu.

Menanggapi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional JBB menyatakan telah mencatat aspirasi warga dan akan menindaklanjutinya lewat koordinasi dengan sejumlah pihak di daerah.

Seberapa Jauh Warga Harus Mencari BBM

Kebutuhan BBM warga Langkaplancar saat ini dilayani sejumlah SPBU dan Pertashop di wilayah sekitar. Namun jaraknya masih memberatkan sebagian warga.

SPBU terdekat adalah SPBU 34.46120 Cineam dengan jarak sekitar 22 kilometer. Setelah itu SPBU 34.46315 Kertahayu Pamarican sekitar 27 kilometer, SPBU 34.46306 Parigi sekitar 35 kilometer, SPBU 34.46303 Banjarsari sekitar 36 kilometer, dan SPBU 34.46308 Cijulang sekitar 38 kilometer.

Untuk Pertashop, warga bisa mengakses Pertashop 3P.46323 Sidamulih yang berjarak sekitar 13 kilometer dan Pertashop 3P.46303 Cigugur sekitar 26 kilometer. Kondisi geografis Langkaplancar yang didominasi perbukitan membuat perjalanan ke lembaga penyalur BBM tidak selalu mudah.

Mengapa Penambahan SPBU Tidak Bisa Cepat

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto, mengatakan pihaknya memahami kebutuhan warga Langkaplancar terhadap akses energi yang lebih dekat.

"Pertamina Patra Niaga Regional JBB mencatat aspirasi masyarakat Langkaplancar yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Langkaplancar (AMPEL) terkait akses BBM dan jarak SPBU," ujar Reno dalam keterangannya.

Kontur perbukitan dan akses jalan yang cukup ekstrem disebut menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas akses BBM. Aspek keselamatan, kelayakan armada pengangkut, hingga lokasi lembaga penyalur harus diperhitungkan sebelum menentukan pola distribusi.

"Karakteristik geografis Langkaplancar dengan kontur perbukitan dan akses jalan yang cukup ekstrem menjadi tantangan dalam distribusi BBM, sehingga memerlukan kajian khusus terkait aspek keselamatan, kelayakan armada, dan lokasi penyalur," kata Reno.

Artinya, penambahan fasilitas penyalur BBM tidak bisa hanya mempertimbangkan jarak. Kelayakan akses kendaraan pengangkut dan keamanan proses distribusi juga menjadi faktor penentu.

Skema SPBU Kompak dan Mobil Tangki 5 KL

Sebagai tindak lanjut, Pertamina Patra Niaga Regional JBB berkoordinasi dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), Pemerintah Kabupaten Pangandaran, DPRD Pangandaran, serta pihak kecamatan dan kelurahan setempat. Koordinasi itu untuk mengkaji lokasi strategis yang memungkinkan dibangun fasilitas penyalur BBM dengan tetap memenuhi ketentuan keselamatan.

"Sebagai tindak lanjut, kami berkoordinasi dengan Hiswana Migas, Pemda Kabupaten Pangandaran, DPRD Pangandaran, serta Kecamatan/Kelurahan setempat untuk mengkaji lokasi yang strategis dan memenuhi aspek keselamatan," ujar Reno.

Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah pembangunan SPBU Kompak. Skema ini mencakup dukungan distribusi BBM memakai mobil tangki berkapasitas 5 kiloliter yang disesuaikan dengan kondisi medan Langkaplancar.

Rencana itu masih dalam tahap kajian. Pertamina belum menyampaikan kepastian soal lokasi pembangunan maupun waktu realisasi SPBU Kompak di Langkaplancar.

Imbauan Beli di Penyalur Resmi

Pertamina menegaskan komitmennya memperluas akses energi bagi masyarakat, termasuk di wilayah pelosok dengan tantangan geografis. Upaya itu tetap harus memperhatikan aspek keselamatan, regulasi, serta keandalan penyaluran.

Warga juga diimbau membeli BBM melalui lembaga penyalur resmi, yakni SPBU dan Pertashop. Pembelian di lembaga resmi penting untuk memastikan kualitas BBM, ketepatan takaran, serta harga yang sesuai ketentuan.

Informasi lebih lanjut soal layanan dan penyaluran BBM bisa diperoleh lewat Pertamina Contact Center 135.

Penutup: Bagi warga Langkaplancar, kepastian lokasi SPBU Kompak menentukan seberapa cepat jarak 22 kilometer ke SPBU terdekat bisa dipangkas. Kajian yang sedang berjalan akan menjawab apakah skema tangki 5 kiloliter layak diterapkan di medan perbukitan itu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index