Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Garap Pasar Rig Migas Irak

Kamis, 05 November 2026 | 06:00:32 WIB
Dirut Pertamina Drilling Avep Disasmita menandatangani MoU dengan Halliburton Worldwide Limited di Indonesia Pavilion, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

BERITAENERGI.COM — PT Pertamina Drilling Services Indonesia menandatangani nota kesepahaman dengan Halliburton Worldwide Limited di Abu Dhabi untuk menggarap peluang jasa pengeboran migas di Irak. Kesepakatan yang diteken pada Senin (2/11/2026) itu menjadi pintu masuk Pertamina Drilling memperluas portofolio bisnis non-captive di kawasan Timur Tengah.

Penandatanganan berlangsung di Indonesia Pavilion, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, di sela rangkaian Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2026. Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita meneken MoU bersama perwakilan Halliburton Worldwide Limited, disaksikan sejumlah pejabat Pemerintah Indonesia, SKK Migas, dan jajaran pimpinan Pertamina Group.

Langkah tersebut mempertegas arah ekspansi internasional Pertamina Drilling. Perusahaan pengeboran milik Pertamina Group ini ingin keluar dari ketergantungan pada pekerjaan internal grup dan menyasar pasar luar negeri.

Cakupan Kerja Sama: Rig dan Non-Rig Services

Ruang lingkup MoU mencakup penjajakan dan pengembangan peluang bisnis di bidang Rig Services dan Non-Rig Services untuk mendukung kegiatan hulu migas di Irak. Kedua perusahaan akan menindaklanjuti kesepahaman lewat pembahasan teknis dan komersial, identifikasi proyek potensial, serta penyusunan skema kerja sama sesuai kebutuhan operasional dan ketentuan yang berlaku.

MoU ini juga menjadi pijakan memperkuat koordinasi dan kesiapan kedua pihak dalam mendukung peluang proyek migas di Irak. Sinergi yang diusung menempatkan kapabilitas, keunggulan teknologi, dan pengalaman operasional masing-masing perusahaan sebagai modal utama.

Kelanjutan Kesepakatan Induk Februari 2026

Avep menyebut kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah ditandatangani antara PT Pertamina (Persero) dan PT Halliburton Indonesia pada 18 Februari 2026.

"Melalui MoU terbaru ini, Pertamina Drilling bersama Halliburton memperkuat komitmen kerja sama yang lebih spesifik dan terarah, khususnya dalam mendukung kegiatan operasional migas serta pengembangan peluang bisnis di Irak," ujar Avep dalam keterangannya, Selasa (3/11).

Kesepakatan induk Februari itu bersifat korporat antara holding dan mitra global. Adapun MoU terbaru sudah menyentuh level operasional, yakni unit pengeboran yang akan menjalankan pekerjaan di lapangan.

Modal Pengalaman Dua Perusahaan

Pertamina Drilling memiliki pengalaman dalam layanan pengeboran dan jasa sumur terintegrasi. Sementara Halliburton merupakan perusahaan jasa migas global dengan portofolio teknologi dan layanan yang mencakup pengeboran, evaluasi formasi, penyelesaian sumur, hingga optimalisasi produksi.

Kombinasi keduanya dinilai relevan dengan karakter operasi hulu migas di Irak yang menuntut kesiapan rig, teknologi sumur, dan efisiensi biaya. Bagi Pertamina Drilling, penguatan kerja sama ini sejalan dengan strategi mengembangkan bisnis non-captive, memperluas portofolio layanan, serta meningkatkan penetrasi pasar internasional.

Ekspansi ke Timur Tengah menjadi ujian bagi perusahaan jasa pengeboran dalam negeri. Pasar Irak dihuni operator internasional dengan standar teknis dan komersial ketat, sehingga kesepahaman ini jadi langkah awal sebelum pembahasan kontrak yang sesungguhnya.

Terkini