BERITAENERGI.COM — Sebanyak 62 petani di Desa Pakuon, Kabupaten Cianjur, dan sekitar 300-400 siswa sekolah dasar di 10 desa Kabupaten Cilacap menjadi sasaran program literasi keuangan Tugu Insurance. Program TJSL Bakti Tugu bertajuk Tugu EduAction itu melibatkan mahasiswa penerima beasiswa dan peserta KKN sebagai fasilitator di lapangan. Pendekatan berjenjang dipilih agar materi pengelolaan keuangan tidak berhenti di peserta pelatihan, tetapi diteruskan ke masyarakat luas.
Corporate Secretary Tugu Insurance Dudi Subekti menyatakan literasi keuangan menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perlu diperluas sejak usia dini. Perusahaan pelat merah itu tidak hanya menghadirkan edukasi langsung, tetapi juga melibatkan generasi muda sebagai fasilitator dan agen perubahan.
"Kami percaya bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perlu terus diperluas, termasuk sejak usia dini," ujar Dudi dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).
Dua Rangkaian Pelatihan dengan Sasaran Berbeda
Program Tugu EduAction dijalankan lewat dua rangkaian pelatihan. Rangkaian pertama menyasar petani dan keluarga, rangkaian kedua menyasar siswa sekolah dasar. Keduanya memakai pola edukasi berjenjang: mahasiswa dilatih lebih dulu, lalu meneruskan materi ke masyarakat.
Rangkaian pertama dimulai dengan Training of Facilitators (ToF) Bijak Kelola Keuangan di Wisma Tugu 1, Jakarta. Peserta adalah mahasiswa penerima Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE). Mereka mendapat pembekalan soal pengelolaan keuangan, keterampilan komunikasi, serta teknik fasilitasi agar mampu menyampaikan materi secara efektif.
62 Petani Cianjur Jadi Peserta Pertama
Ilmu dari pelatihan itu diterapkan di Desa Pakuon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melalui Program Literasi Keuangan bagi Petani dan Keluarga bertema "Bijak Kelola Keuangan, Menuju Hidup Lebih Sejahtera". Sekitar 62 petani dari dua Kelompok Tani Hutan mengikuti kegiatan tersebut.
Para petani itu sebelumnya telah menerima bantuan bibit pohon dari Tugu Insurance. Kegiatan ini merupakan kelanjutan program Hutan Adopsi Tugu Insurance yang berjalan sejak 2021 dan mendukung produktivitas serta pendapatan petani binaan.
Bakti Tugu menilai kemampuan petani mengelola hasil panen perlu ikut diperkuat seiring naiknya pendapatan. Pasalnya, pendapatan dari hasil panen diterima secara musiman sehingga perlu dikelola agar dapat memenuhi kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.
Kolaborasi dengan IPB Latih 70 Mahasiswa KKN
Rangkaian kedua digelar bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Training of Trainers (ToT) Pelatihan Bijak Kelola Keuangan di Sekolah Bisnis IPB, Bogor. Lebih dari 70 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengikuti pelatihan itu.
Materi yang diberikan mencakup konsep dasar literasi keuangan, teknik fasilitasi, serta metode pembelajaran interaktif yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Setelah pelatihan, para mahasiswa membawa materi tersebut ke lokasi KKN di 10 desa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Di sana, edukasi keuangan diberikan kepada sekitar 300-400 siswa sekolah dasar. Program ini diharapkan meningkatkan pemahaman anak soal pentingnya mengelola keuangan sekaligus menanamkan kebiasaan finansial sehat sejak usia sekolah.
Mengapa Pendekatan Berjenjang Dipilih
Kedua rangkaian program memakai pendekatan edukasi berjenjang. Pengetahuan yang diberikan Tugu Insurance kepada mahasiswa tidak berhenti pada peserta pelatihan, tetapi diteruskan melalui kegiatan edukasi langsung kepada masyarakat.
Dengan pola itu, mahasiswa memperoleh pengalaman menerapkan ilmu di tengah masyarakat sekaligus berperan sebagai agen yang memperluas jangkauan edukasi keuangan. Kolaborasi Bakti Tugu dengan lembaga pendidikan pun disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok masyarakat.
"Melalui kolaborasi dengan KSE dan IPB, kami berharap pengetahuan yang diberikan dapat diteruskan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai kelompok usia," imbuh Dudi.
Arti bagi Penerima Manfaat
Bagi para penerima manfaat, pengetahuan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal mengambil keputusan keuangan secara lebih terencana. Itu berlaku baik untuk mengelola pendapatan keluarga maupun membangun kebiasaan finansial sejak dini.
Melalui Tugu EduAction, Bakti Tugu mendorong kolaborasi antara sektor swasta, dunia pendidikan, dan masyarakat untuk memperluas akses terhadap literasi keuangan. Dengan mahasiswa sebagai penghubung, edukasi yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus diteruskan ke lingkungan yang lebih luas.