UMKM Binaan Pertamina Ekspansi, Artistica Jewelry Tembus Pasar 10 Negara

UMKM Binaan Pertamina Ekspansi, Artistica Jewelry Tembus Pasar 10 Negara
UMKM binaan Pertamina memperluas kapasitas usaha melalui pelatihan, permodalan, dan fasilitasi akses pasar.

BERITAENERGI.COM — Tiga UMKM binaan PT Pertamina (Persero) mencatat perluasan kapasitas usaha, mulai dari workshop kerajinan kain blacu hingga perhiasan perak bersertifikasi halal yang menembus lebih dari 10 negara. Pembinaan berjalan lewat pelatihan, permodalan, dan fasilitasi akses pasar yang menyasar pelaku usaha di Jawa Tengah, Surabaya, dan Lombok.

Program kemitraan Pertamina menyasar persoalan yang paling sering menghambat UMKM, yakni keterbatasan akses pasar. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyebut dukungan diberikan secara berkelanjutan agar pelaku usaha mampu memperluas jangkauan konsumen dan mitra bisnis.

"Dukungan berupa pelatihan, pendampingan, permodalan, dan akses pasar yang berkelanjutan menjadi bekal bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing, memperluas peluang usaha, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif," kata Baron dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11).

Dari tiga usaha yang disorot, dampaknya tidak berhenti pada kenaikan pendapatan pemilik. Produksi yang meningkat ikut menyerap perajin, peternak mutiara, hingga pelajar yang belajar keterampilan di workshop mitra binaan.

Citra Blacu Bangun Workshop dari Pinjaman Kemitraan

Citra Blacu dirintis Retno pada 2004 dari olahan kain blacu menjadi produk sederhana. Kini lini produknya mencakup fesyen, dekorasi rumah, dan suvenir berbahan limbah kain.

Dukungan pembiayaan lewat program kemitraan memungkinkan Retno membangun workshop sendiri. Fasilitas itu dipakai untuk produksi sekaligus tempat pelatihan masyarakat dan pelajar.

"Dari pinjaman itu saya bisa membangun workshop sendiri. Di sana juga bisa digunakan untuk pelatihan, bahkan pernah sampai 40 siswa ikut belajar," ujar Retno.

Model usaha seperti ini memberi efek berganda di tingkat lokal. Ketika kapasitas produksi naik, kebutuhan tenaga kerja dan bahan baku ikut bertambah, sehingga aliran pendapatan menyebar ke pemasok dan perajin di sekitar usaha.

Artistica Jewelry Kejar Pasar Domestik Lewat Cincin Pernikahan Perak

Artistica Jewelry asal Surabaya sudah memasarkan perhiasan ke lebih dari 10 negara. Tantangan muncul di pasar dalam negeri, terutama saat memperkenalkan perhiasan perak ke konsumen lokal.

Pendampingan Pertamina mengarahkan pendirinya, Stefanus, memahami kebutuhan pasar domestik. Peluang ditemukan pada cincin pernikahan berbahan perak yang menyasar konsumen Muslim.

Perusahaan kemudian menjadi produsen perhiasan pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Sertifikasi itu menjadi modal membangun kepercayaan konsumen dalam negeri.

"Berkat bimbingan Pertamina, kami berani masuk ke pasar wedding ring dan mengurus sertifikasi halal. Itu menjadi salah satu cara kami membangun kepercayaan konsumen di Indonesia," kata Stefanus.

Masuknya Artistica ke segmen cincin pernikahan membuka ceruk pasar baru yang belum tergarap produsen perhiasan lain. Penjualan ikut terdorong, dengan peluang perluasan jangkauan usaha yang lebih luas.

Lombok Mulya Craft Bangkit Lewat Pesanan Suvenir WSBK Mandalika

Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Lombok Mulya Craft merasakan tekanan pandemi ketika aktivitas pariwisata berhenti dan pesanan kerajinan mutiara menurun. Usaha yang dirintis Mulyadi pada 2010 itu bergabung sebagai mitra binaan Pertamina pada 2021.

Pada tahun pertama pembinaan, Lombok Mulya Craft dipercaya menyediakan suvenir untuk ajang World Superbike (WSBK) di Sirkuit Pertamina Mandalika. Pesanan itu memicu produksi kembali berjalan dan menyerap perajin lokal yang sempat kehilangan pekerjaan.

"Pesanan itu membuat kami kembali berproduksi. Dampaknya tidak hanya untuk usaha kami, tetapi juga bagi para perajin yang terlibat," imbuh Mulyadi.

Produk Lombok Mulya Craft kini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga dipakai sebagai suvenir di luar negeri. Perluasan pasar itu membuka pendapatan bagi perajin dan peternak mutiara lokal dalam rantai usahanya.

Yang Perlu Dicermati Pelaku UMKM

Pola tiga usaha ini menunjukkan bahwa pembinaan UMKM paling terasa dampaknya ketika menyentuh akses pasar, bukan hanya permodalan. Fasilitasi pameran dan promosi menjadi kunci agar produk mitra binaan bertemu pembeli dan mitra bisnis baru.

Bagi pelaku usaha, sertifikasi dan penyesuaian produk dengan kebutuhan pasar lokal terbukti membuka segmen yang lebih spesifik, seperti cincin pernikahan perak. Sementara bagi usaha yang bergantung pada sektor pariwisata, masuknya pesanan event berskala internasional menjadi jalur pemulihan yang efektif.

Baron menyatakan dukungan terhadap UMKM diarahkan agar pelaku usaha meningkatkan daya saing dan memperluas jaringan pemasaran. Upaya itu disebut sebagai bagian dari pengembangan usaha yang melibatkan lebih banyak pihak.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index