BERITAENERGI.COM — PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) menerima Apresiasi Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Badan Usaha Pertambangan Mineral Tahun 2026 untuk kategori Pendidikan. Penghargaan itu diberikan atas Program GAS CERDAS, inisiatif yang menyasar anak-anak di lingkar tambang bauksit perusahaan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Jakarta — Penghargaan diserahkan pada 3 November 2026 dalam rangkaian Minerba Convention & Expo (Minerba Convex) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. CITA ditetapkan sebagai penerima apresiasi Bidang Pendidikan, Kategori Peningkatan Akses dan Partisipasi Pendidikan.
Bagi perusahaan tambang bauksit itu, pengakuan tersebut bukan sekadar sertifikat. GAS CERDAS lahir dari pembacaan atas persoalan pendidikan di wilayah lingkar tambang yang jarang dibahas terbuka: keterbatasan ekonomi bukan satu-satunya penyebab.
Ekonomi yang tumbuh membuat sebagian siswa memilih bekerja lebih awal. Perkawinan usia dini dan kerentanan terhadap masalah sosial lain ikut menekan angka partisipasi sekolah. Kombinasi itu meningkatkan risiko putus sekolah di kalangan generasi muda setempat.
Lima Komponen GAS CERDAS
CITA menilai persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan dari satu pintu. Perusahaan lantas merancang pendekatan holistik yang menyentuh keluarga, sekolah, dan masyarakat sekaligus. Dari situ GAS CERDAS (Gerakan Ayo Sekolah: Ciptakan Edukasi, Relasi, dan Dukungan Anak Sekolah) dijalankan sebagai strategi kolaboratif.
Program ini berdiri di atas lima komponen yang saling terintegrasi:
- Kelas Inspirasi, ruang memperluas wawasan dan membangun motivasi siswa soal pendidikan, cita-cita, dan peluang masa depan.
- Kelas Parenting, yang memperkuat peran keluarga dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak.
- Kelas Kewirausahaan, membekali siswa dengan keterampilan teknis sekaligus pengalaman mengelola usaha dan bekerja sama.
- PUSAKA (Pusat Edukasi Ekologi Berbasis Kearifan Lokal), yang menanamkan nilai kearifan lokal dan kepedulian ekologis di sekolah maupun masyarakat.
- Penguatan akses pendidikan nonformal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Yayasan Zetha Learning Center di Air Upas
Salah satu capaian strategis program ini adalah penguatan kelembagaan pendidikan. CITA berkolaborasi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) melahirkan Yayasan Zetha Learning Center. Yayasan itu kini menjadi pusat pengembangan PKBM dan kelas vokasi di Kecamatan Air Upas.
Kolaborasi lintas pemangku kepentingan menopang jalannya program. CITA berperan sebagai penggagas, pendamping, penyedia dukungan pendanaan, sekaligus pelaksana monitoring. PGRI berkontribusi pada penguatan kelembagaan pendidikan nonformal.
Dewan Adat Dayak terlibat menyusun muatan kearifan lokal dan mengembangkan modul PUSAKA. Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang mendukung sinkronisasi kebijakan dan pengembangan pembelajaran nonformal.
Bagi Warga yang Sudah Terputus dari Sekolah Formal
Manfaat GAS CERDAS tidak berhenti pada siswa yang masih duduk di bangku sekolah. Lewat PKBM, warga yang telah terputus dari jalur pendidikan formal mendapat kesempatan kembali belajar.
Direktur PT Cita Mineral Investindo Tbk, Yusak L. Pardede, menyatakan penghargaan itu menjadi motivasi untuk menghadirkan kontribusi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
"Kami percaya bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis dan operasional, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan masa depan sebuah generasi," ujar Yusak.
Ia menambahkan perusahaan ingin membangun lingkungan yang mendukung anak-anak tetap bersekolah. "Melalui GAS CERDAS, kami memiliki harapan untuk ikut membuka jalan agar mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh, mandiri, dan menjadi generasi yang berdaya saing," katanya.
Bagi CITA, kehadiran industri pertambangan perlu berjalan beriringan dengan penguatan kualitas sumber daya manusia di wilayah operasional. Kontribusi jangka panjang sektor ini, menurut perusahaan, tidak hanya tercermin dari sumber daya alam yang dikelola, tetapi juga dari kualitas generasi yang tumbuh dan berdaya di sekitarnya.