BERITAENERGI.COM — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperluas pemanfaatan Dashboard Auto Collection System (ACS) agar pengguna jasa bisa memantau pembayaran jasa kepelabuhanan secara real time dan transparan. Dashboard ACS kini terkoneksi dengan Bank BRI melalui Qlola by BRI dan Bank Mandiri via Kopra by Mandiri. Sistem ini menyajikan tiga status transaksi sekaligus mempercepat rekonsiliasi keuangan antara pengguna jasa, perbankan, dan Pelindo.
Langkah ini memperkuat transformasi digital Pelindo di lini layanan kepelabuhanan, khususnya pada proses pembayaran. Selama ini, pengguna jasa kerap harus menelusuri pencatatan transaksi secara manual. Dashboard ACS memindahkan proses itu ke satu tampilan terpusat yang bisa diakses mandiri.
Apa Saja yang Bisa Dipantau Pengguna Jasa
Dashboard ACS menampilkan tiga status transaksi: dana terbayar, dana ditahan, dan dana dirilis. Ketiganya membantu pengguna jasa mengetahui posisi pembayaran sesuai proses dan ketentuan yang berlaku.
Visibilitas itu berlaku dua arah. Pengguna jasa dapat memantau posisi transaksi secara mandiri, sementara Pelindo memperoleh informasi penerimaan dan pencatatan transaksi yang lebih akurat. Data dari dashboard juga bisa dipakai untuk mencocokkan catatan keuangan dalam proses rekonsiliasi.
Direktur Keuangan Pelindo Bachtiar Soeria Atmadja menilai digitalisasi sistem pembayaran bukan sekadar memudahkan transaksi. Menurut dia, sistem ini turut menopang transparansi dan akurasi pencatatan.
"Digitalisasi sistem pembayaran tidak hanya memberikan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga mendukung transparansi, akurasi pencatatan, serta proses rekonsiliasi yang lebih efektif baik bagi Pengguna Jasa maupun Pelindo. Dengan informasi transaksi yang dapat dipantau secara lebih jelas, kami juga dapat memperkuat tata kelola penerimaan perusahaan," ujar Bachtiar dalam keterangan resmi, Rabu (4/11/2026).
Mengapa Rekonsiliasi Jadi Lebih Cepat
Proses administrasi pembayaran melibatkan tiga pihak sekaligus: pengguna jasa, bank, dan Pelindo. Tanpa data yang seragam, pencocokan catatan bisa memakan waktu dan rawan selisih.
Dashboard ACS menyediakan data yang bisa langsung dipakai dalam proses pencocokan dan rekonsiliasi dengan catatan keuangan. Alhasil, administrasi pembayaran antara pengguna jasa, perbankan, dan Pelindo dapat berjalan lebih efektif.
Bagi Pelindo, akurasi pencatatan ini berdampak langsung pada tata kelola penerimaan perusahaan. Setiap transaksi terekam lebih rapi, sehingga potensi selisih atau keterlambatan pengakuan penerimaan bisa ditekan.
Rencana Perluasan Konektivitas Perbankan
Saat ini ACS Pelindo baru terhubung dengan dua mitra perbankan, yakni BRI dan Mandiri. Pelindo berencana memperluas konektivitas sistem tersebut dengan mitra perbankan lainnya.
Perluasan itu ditujukan agar semakin banyak pengguna jasa yang menikmati kemudahan dan transparansi transaksi jasa kepelabuhanan. Bachtiar menyebut pengembangan sistem akan berjalan berkelanjutan.
"Pemanfaatan Dashboard ACS menjadi bagian dari upaya Pelindo dalam mendorong digitalisasi proses bisnis serta memperkuat tata kelola transaksi jasa kepelabuhanan. Melalui pengembangan sistem yang berkelanjutan, Pelindo berupaya menghadirkan proses pembayaran yang semakin efektif, efisien, transparan, dan akuntabel," tutup Bachtiar.
Bagi pengguna jasa pelabuhan, perubahan ini memangkas ketergantungan pada pengecekan manual dan memperpendek waktu tunggu konfirmasi pembayaran. Bagi Pelindo, Dashboard ACS menjadi fondasi tata kelola penerimaan yang lebih tertib seiring bertambahnya mitra bank yang terhubung.