KBRI Beijing Gelar Resepsi Diplomatik, 1.000 Tamu Saksikan Budaya Nusantara

Selasa, 03 November 2026 | 15:02:02 WIB
Resepsi diplomatik KBRI Beijing dihadiri sekitar 1.000 tamu, termasuk para duta besar dan pejabat China.

BERITAENERGI.COM — Sekitar 1.000 undangan memadati resepsi diplomatik KBRI Beijing dalam peringatan HUT ke-81 RI, Senin (2/11/2026) malam. Acara berlangsung tiga jam itu menghadirkan pertunjukan tari, gamelan, kolaborasi angklung-erhu, hingga kuliner Nusantara bagi para duta besar dan pejabat China. Dubes RI Djauhari Oratmangun menempatkan interaksi antarmasyarakat sebagai fondasi hubungan bilateral.

Resepsi di Beijing itu mempertemukan para duta besar dan diplomat negara sahabat, pejabat pemerintah, pengusaha Indonesia dan China, serta warga negara Indonesia termasuk mahasiswa. Asisten Menteri Luar Negeri China Hong Lei tercatat hadir dalam acara tersebut.

Diplomasi Budaya lewat Panggung dan Kuliner

KBRI Beijing memperkenalkan kekayaan seni Indonesia melalui sejumlah pertunjukan. Sanggar tari Yingde dari Provinsi Guangdong tampil membawakan Tari Kembang Merona dari Jakarta, Tari Tak Tong Tong, dan Tari Warak Dugder.

Para penari Yingde berasal dari generasi ketiga komunitas guiqiao, yakni orang-orang yang lahir di luar China dan kemudian bermigrasi kembali ke negara tersebut. Kehadiran mereka memberi lapisan tersendiri pada resepsi itu: budaya Indonesia dibawakan oleh penari dengan akar migrasi lintas negara.

Pertunjukan musik menampilkan gamelan Lancaran Kotek yang dipimpin Risnandar, dosen Central Conservatory of Music (CCOM) Beijing. Risnandar memadukan permainan angklung dengan erhu, alat musik gesek tradisional China.

Kolaborasi angklung-erhu itu mengiringi sejumlah lagu, antara lain "Singsingso", "Caiyun Zhui Yue", "Bengawan Solo", "Bunga Jumpa", dan "Nan Er Dang Zi Qiang". Kelompok vokal Dharma Wanita Persatuan (DWP) Beijing menyusul dengan "Soleram" dan "Bengawan Solo".

Dubes Djauhari ikut naik panggung bersama Trio Oratmangun Brothers (Obras) dan Daniel Pattinama. Mereka membawakan "Maumere" atau "Gemu Fa Mi Re", "Tabola Bale", "Cerlele", dan "Poco-poco". Para undangan diajak menari bersama mengikuti irama lagu bertempo cepat tersebut.

Sajian kuliner Nusantara melengkapi acara, dengan rendang, sate, gado-gado, gulai ayam, rujak buah, dan tahu gejrot disiapkan bagi para tamu.

Pesan Djauhari: Kepercayaan Antarmasyarakat

Dalam sambutannya, Djauhari menegaskan bahwa interaksi antarmasyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan bilateral yang kuat dan berkelanjutan.

"Mereka yang mengenal saya tahu bahwa saya selalu percaya pada kerja sama antarmasyarakat. Itu sebabnya Anda mungkin sering melihat saya bernyanyi dan menari karena hubungan antarmasyarakat memang merupakan landasan yang membantu kerja sama kita dapat bertahan lama," kata Djauhari.

Selama bertugas di China, Djauhari mengaku telah bertemu banyak orang dari berbagai provinsi dan latar belakang profesi, mulai dari pekerja, pemimpin bisnis, hingga pelajar. Pengalaman itu, menurutnya, memperlihatkan pentingnya kepercayaan di tengah dinamika global.

"Saya telah bertemu banyak orang dari berbagai provinsi dengan berbagai macam profesi mulai dari pekerja, pemimpin bisnis maupun pelajar. Saya telah mendengarkan cerita mereka, saya melihat pekerjaan mereka, meski geopolitik bisa berubah, perekonomian bisa naik dan turun, budaya mungkin berbeda tapi ketika orang-orang saling percaya, kita selalu bisa menemukan jalan," ujarnya.

Hampir Sembilan Tahun di Beijing

Djauhari menyatakan telah menyaksikan langsung persahabatan Indonesia dan China yang semakin erat selama menjalankan tugas sebagai duta besar. Ia juga menyebut merasakan sendiri persahabatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping.

"Saya juga merasakan sendiri persahabatan antara dua pemimpin besar kita, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping. Saya telah melihat rasa hormat mereka, kepercayaan mereka, dan kerendahan hati mereka untuk mendengarkan sehingga persahabatan memberikan dampak bagi bangsa kita," ungkap Djauhari.

Setelah hampir sembilan tahun bertugas di China, Djauhari menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat negara tersebut atas persahabatan yang terjalin.

"Terima kasih atas kepercayaan Anda, kebaikan Anda, dan yang terpenting, persahabatan Anda. Saat saya melihat ke belakang, saya merasakan rasa syukur yang mendalam. Saya tidak tahu apakah saya sudah melakukan cukup banyak hal untuk Indonesia dan China namun ada rasa nyaman saat meyakini bahwa persahabatan kita terjalin karena pengalaman bersama untuk bersama-sama bergerak menuju masa depan bersama," katanya.

Terkini