Harga BBM Pertamina Tak Berubah per November 2026, Pertalite Tetap Rp10.000

Minggu, 01 November 2026 | 08:00:31 WIB
Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter sepanjang November 2026.

BERITAENERGI.COM — PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak berubah sepanjang November 2026. Keputusan itu menahan Pertalite di Rp10.000 per liter dan Solar di Rp6.800 per liter, sementara harga BBM nonsubsidi juga dipertahankan di level yang sama seperti bulan sebelumnya.

Kebijakan harga BBM subsidi berlanjut hingga akhir 2026. Pertamina Patra Niaga menetapkan tarif baru untuk periode November dengan mempertimbangkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, serta daya beli masyarakat pengguna BBM. Hasilnya, tidak ada pergeseran harga pada seluruh produk yang dijual di SPBU Pertamina.

Pertalite dan Solar Tetap di Level Lama

Bagi pengguna kendaraan bermotor sehari-hari, harga Pertalite (RON 90) masih Rp10.000 per liter. Solar bersubsidi (CN 48) juga tidak bergerak dari Rp6.800 per liter. Kedua produk ini menyerap porsi terbesar konsumsi BBM nasional, sehingga keputusan menahan harganya berdampak langsung ke anggaran rumah tangga dan biaya operasional angkutan.

Pemerintah memastikan harga BBM subsidi mengikuti kebijakan yang berlaku hingga akhir 2026. Artinya, tidak ada penyesuaian tarif untuk dua jenis bahan bakar yang paling banyak dipakai masyarakat.

Pertamax hingga Pertamina Dex Juga Dikunci

Di segmen nonsubsidi, Pertamax (RON 92) dijual Rp15.950 per liter. Pertamax Green (RON 95) berada di Rp19.150 per liter, sedangkan Pertamax Turbo (RON 98) dipatok Rp19.600 per liter.

Untuk kendaraan diesel, Dexlite (CN 51) dibanderol Rp23.700 per liter dan Pertamina Dex (CN 35) Rp25.200 per liter. Seluruh angka itu sama dengan penetapan periode sebelumnya, menandakan Pertamina memilih menahan laju harga di tengah kondisi pasar minyak dunia yang masih fluktuatif.

Mengapa Harga Tidak Digeser

Penetapan harga mempertimbangkan empat faktor utama: pergerakan harga minyak mentah global, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, komponen pajak, dan tingkat daya beli konsumen. Kombinasi keempatnya membuat Pertamina menahan harga ketimbang menyesuaikan tarif.

Keputusan ini memberi kepastian biaya bagi konsumen ritel maupun pelaku usaha yang bergantung pada BBM nonsubsidi, seperti armada logistik dan kendaraan operasional perusahaan. Tanpa kenaikan, perencanaan belanja bahan bakar untuk November bisa disusun dengan asumsi yang sama seperti bulan lalu.

Yang perlu dicermati, harga BBM nonsubsidi tetap terbuka pada penyesuaian berikutnya bila harga minyak dunia dan kurs bergerak signifikan. Untuk sementara, daftar harga November memberi ruang tenang bagi pengguna BBM di seluruh Indonesia.

Terkini